Daerah  

Kader GMNI Bener Meriah Pertanyakan Lenyapnya Data Kontribusi PAD Dari Publik

Atensirakyat.com : Bener Meriah – Kabupaten Bener Meriah adalah jantung ekonomi yang berdenyut dari sektor pertanian, dengan kopi Gayo sebagai urat nadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kebanggaan ekspor hingga mancanegara. Ironisnya, di balik gemilangnya status sebagai produsen kopi terkemuka, transparansi data PAD yang bersumber dari komoditas ini justru gelap dan penuh misteri.

Sarinah Mahda, kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bener Meriah, dengan tegas mempertanyakan lenyapnya data kontribusi kopi terhadap PAD dari pantauan publik, bahkan di platform resmi Pemerintah Kabupaten.

Menurut Sarinah, ini bukan sekadar kelalaian, melainkan sebuah anomali yang mencederai prinsip akuntabilitas publik, terutama mengingat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik secara eksplisit menjamin hak setiap warga negara untuk mengakses informasi vital tersebut.

“Ketiadaan data yang transparan ini tidak hanya menghambat pengawasan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah, tetapi juga secara langsung menyulitkan mahasiswa dan peneliti yang membutuhkan akses informasi akurat untuk studi dan riset. Data yang seharusnya menjadi pilar pembangunan dan partisipasi masyarakat justru disembunyikan, menciptakan jurang antara janji transparansi dan realitas di lapangan,” ungkapnya .

Lebih lanjut Sarinah mengatakan, Surat permohonan informasi resmi yang dilayangkan kepada Kepala Keuangan Kabupaten Bener Meriah dengan Nomor 075/DPC-Aktif/2025, hingga kini, dibiarkan membisu tanpa tanggapan atau penjelasan.

“Sikap bungkam ini bukan hanya mengabaikan hak konstitusional warga, melainkan juga mengkhianati semangat keterbukaan yang diamanatkan undang-undang. Ini adalah cerminan nyata dari mandeknya akuntabilitas di Bener Meriah.” pungkas Sarinah. (Andika)

BERITA LAINNYA:  Gerak Cepat BPBD Aceh Tengah Bersihkan Material Longsor, Akses Jalan ke Desa Peseng dan Jaluk Kembali Terbuka