Daerah  

Remaja Tenggelam di Sungai Lantasan Lama, Tim Gabungan dan Dukun Dikerahkan 

Remaja Tenggelam di Sungai Lantasan Lama, Tim Gabungan dan Dukun Dikerahkan

 

AtensiRakyat.com : Deli Serdang – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Sungai Lantasan Lama, Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (23/5/2026). Seorang remaja putra ditemukan tak bernyawa setelah tenggelam saat bermain dan mandi bersama teman-temannya sekitar pukul 15.00 WIB.

Korban berusia 15 tahun itu ternyata bukan warga setempat, melainkan berasal dari Desa Patumbak II, Dusun IV, Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang.

Keterangan diperoleh, peristiwa itu bermula ketika korban dan beberapa anak lainnya melompat-lompat dari tebing sungai yang tak jauh dari jembatan gantung.

Dimana aktivitas tersebut merupakan hal biasa dilakukan anak-anak. Namun korban mandi sungai dikarenakan terjadinya pemadaman listrik di seluruh Sumatera, sehingga tak bisa mandi di rumah.

Setelah satu kali lompatan, korban tidak kunjung muncul kembali ke permukaan air, menyebabkan kepanikan di antara teman-temannya.

Kepala Dusun II, Desa Lantasan Lama, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Ardhiansyah Putra Barus, mengungkap bahwa pihaknya baru menerima laporan sekitar pukul 16.00 WIB, satu jam setelah kejadian.

“Informasi dari masyarakat, ada warga dari sungai datang ke saya melaporkan bahwasannya ada anak-anak hanyut. Setelah mendapat informasi itu, saya dan masyarakat lain berbondong-bondong membantu mencarinya,” ujar Ardhiansyah saat ditemui wartawan di kediamannya, Minggu (24/5/2026).

Proses pencarian yang dilakukan oleh warga sempat menemui jalan buntu. Sekitar pukul 19.00 WIB, korban belum juga ditemukan.

Tim pencarian kemudian memperluas koordinasi dengan melaporkan kejadian tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deli Serdang.

Setelah tim BPBD turun ke lokasi, upaya pencarian terus dilakukan. Dalam prosesnya, tim dan keluarga korban juga memutuskan untuk berkolaborasi dengan seorang ‘orang pintar’ (dukun) yang disebut-sebut mengetahui keberadaan korban.

BERITA LAINNYA:  Polres Nias Selatan Gelar Apel Pasukan Operasi Zebra Toba-2025: Tekankan Penindakan Humanis

“Kami cari tahu juga, memang benar kenyataannya ada dia (orang pintar) bisa mengetahui. Kami panggil ke bawah untuk melakukan segala ritual yang dia lakukan. Dengan syarat-syarat yang ditentukannya, kita sediakan persyaratannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ardhiansyah mengatakan bahwa sekitar 15 menit setelah ritual tersebut dilakukan, jenazah korban akhirnya ditemukan muncul ke permukaan air.

Jenazah remaja tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi awal korban diduga melompat, hanya berjarak kurang lebih 10 meter dari titik kejadian.

“Di sana anak-anak itu memang terjun-terjun, lompat-lompatan. Setelah melompat, dia tidak kembali timbul,” jelasnya.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa dan diserahkan kepada pihak keluarga pada malam harinya, sekitar pukul 21.30 WIB.  (Yz)