AtensiRakyat.com : Sibolga – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sibolga bersama Pemerintah Kota Padangsidimpuan menggelar Pekan Ekonomi Syariah dan Digital Tapanuli (PESTA Tapanuli) 2026 di Alaman Bolak, Padangsidimpuan, Sumatera Utara.
Dalam kegiatan itu menjadikan momentum penguatan ekonomi syariah dan digitalisasi daerah untuk mempercepat pemulihan ekonomi regional pasca bencana yang bertema “Sinergi Ekonomi Syariah & Digitalisasi Daerah Guna Mendukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi Regional”, dengan melibatkan pemerintah daerah, perbankan, pelaku UMKM, pondok pesantren, hingga masyarakat umum.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, mengatakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah proses pemulihan daerah.
“PESTA Tapanuli 2026 merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk mendorong peran ekonomi syariah dan ekonomi digital dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi masyarakat,” kata Riza Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah yang dilakukan BI dijalankan melalui tiga strategi utama, yakni pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, serta penguatan asesmen, riset, dan edukasi.
Pihaknya juga terus berupaya menjadi “AIR”, yakni akselerator, inisiator, dan regulator yang bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Tapanuli.
Sementara itu, Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe, menilai penyelenggaraan PESTA Tapanuli menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Padangsidimpuan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah di kawasan Tapanuli bagian selatan.
“Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan forum edukasi dan literasi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi nyata antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, pondok pesantren, lembaga keuangan syariah, generasi muda, dan masyarakat luas,” ungkap Letnan.
Bank Indonesia bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia juga menandatangani komitmen pembentukan tiga desa devisa berbasis komoditas kopi dan kemenyan.
Kemudian sejumlah program strategis juga diluncurkan Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN) Pantai Barat Sumatera, termasuk Gerakan WAKAFKITA, Gerakan HEBITREN IKHLAS, program Air Berkah Indonesia, dan pembentukan koperasi HEBITREN.
Selain itu, Pemerintah Kota Padangsidimpuan juga meluncurkan layanan QRIS untuk pembayaran pajak dan retribusi daerah guna memperkuat optimalisasi pendapatan daerah berbasis digital.
Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, sejumlah capaian strategis berhasil dicatat. Realisasi business matching pembiayaan syariah untuk UMKM mencapai Rp895 juta melalui coaching clinic pembiayaan bersama Bank Syariah Indonesia dan Bank Sumut.
Penerimaan pajak dan retribusi daerah selama kegiatan berlangsung tercatat sebesar Rp43 juta melalui layanan digital TP2DD. Sebanyak 51 UMKM ikut ambil bagian dalam pameran dan pasar murah yang menyediakan berbagai komoditas penyumbang inflasi seperti beras, minyak goreng, gula, cabai merah, dan hortikultura.
Dikegiatan PESTA Tapanuli 2026 juga diramaikan dengan 13 perlombaan lintas generasi, festival kopi Tabagsel, serta edukasi kebanksentralan, QRIS, pelindungan konsumen, dan cinta bangga paham rupiah yang diikuti lebih dari 10.700 pengunjung. Dari sisi ekonomi, total transaksi penjualan seluruh booth UMKM selama kegiatan mencapai Rp1.206.594.000. (Rizki)













