AtensiRakyat.com : Takengon – Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tengah, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. Puluhan desa terdampak, harta benda hanyut, bahkan nyawa warga turut melayang akibat terjangan bencana alam tersebut.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Fitriana Mugie, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Ia mengajak semua pihak untuk tetap tabah dan kuat menghadapi cobaan ini, seraya berharap Tanoh Gayo dapat segera bangkit dan pulih dari berbagai sisi.
“Atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh Tengah, tentu kita semua turut berduka. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran kepada seluruh korban serta keluarga yang terdampak. Kami berharap Aceh Tengah dapat segera pulih,” ujar Fitriana Mugie.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRK Aceh Tengah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada pemerintah pusat hingga daerah atas respon cepat dan kontribusi nyata dalam upaya penanganan bencana.
“Atas nama DPRK Aceh Tengah, kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Bapak Presiden Prabowo Subianto, seluruh jajaran Kementerian, Kapolri, Panglima TNI, serta Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Bapak Mualem, yang telah memberikan dukungan penuh bagi pemulihan Aceh, khususnya Aceh Tengah,” ungkapnya.
Tak lupa, apresiasi setinggi-tingginya juga disampaikan kepada para relawan, donatur, dan seluruh elemen masyarakat baik dari unsur pejabat negara maupun rakyat yang telah menyalurkan bantuan berupa donasi, sembako, dan berbagai kebutuhan lainnya bagi para korban banjir dan longsor.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh relawan dan donatur. Bantuan yang diberikan sangat berarti dan mampu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Semoga semua kebaikan ini menjadi ladang amal di kemudian hari,” lanjutnya.
Namun demikian, Fitriana Mugie menegaskan bahwa kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan. Hingga saat ini, tercatat sekitar 80 desa di Aceh Tengah masih terisolir, dengan akses jalan yang belum dapat dilalui secara normal, bahkan kendaraan roda dua pun mengalami kesulitan.
“Kondisi ini tentu menjadi beban moral bagi kita semua. Oleh karena itu, kami masih sangat mengharapkan uluran tangan dan bantuan dari berbagai pihak. Semoga ke depan semakin banyak bantuan dan donasi yang datang untuk membantu korban banjir dan longsor, serta masyarakat yang terdampak akibat terputusnya jalur darat,” pungkasnya. (Andika)













