AtensiRakyat.com : Gunungsitoli – Aktivitas perbaikan di Dermaga Multipurpose Pelabuhan Gunungsitoli terus berjalan. Sejumlah titik pekerjaan terlihat di lapangan, menandai upaya pembenahan fasilitas pelabuhan yang dimulai sejak akhir tahun lalu.
Kepada awak media, PT. Pelindo Regional I Gunungsitoli melalui Administrator Umum, Elingkari Hulu, menyampaikan bahwa perbaikan berat dermaga menunjukkan progres yang dinilai positif. Pekerjaan dilaksanakan bertahap dan dimulai dari sisi selatan, yang menurutnya juga diarahkan untuk membantu kelancaran akses penumpang dan kendaraan, terutama saat arus mobilitas meningkat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal ini disampaikan pada, Senin (26/01/26) di Kantor Pelindo Gunungsitoli.
Perbaikan yang dilakukan menyasar bagian penting dermaga. Elingkari menjelaskan bahwa lingkup pekerjaan meliputi pembenahan pile cap, balok beton, dan lantai beton, kemudian dilanjutkan penambahan elevasi plat serta penggantian bollard dermaga sebagai bagian dari peningkatan kesiapan operasional.
Dermaga ini selama ini memiliki peran vital karena melayani penyandaran kapal RoRo rute Gunungsitoli–Sibolga. Karena itu, Pelindo menyatakan pengerjaan terus dikebut agar dermaga dapat kembali dioperasikan setelah seluruh tahapan perbaikan selesai.
“Saat ini pekerjaan yang berlangsung berupa pembongkaran dan dilanjutkan perbaikan struktur pile cap,” ujar Elingkari.
Kemudian saat kembali dikonfirmasi terkait penanganan kendaraan truk ekspedisi angkutan barang sembako yang Over Dimension dan Over Loading (ODOL) melalui Pelabuhan Gunungsitoli, Ellingkari mengatakan bahwa hal ini telah di sosialisasikan sejak bulan Juni tahun yang lalu dengan menghimbau kepada pemilik dan pengemudi kendaraan angkutan barang yang melintas melalui Pelabuhan Gunungsitoli agar tidak mengangkut muatan terlalu berlebihan dengan ukuran bak kendaraan melebihi dimensi yang semestinya, demi menjaga keselamatan pengemudi, pengguna jalan dan dampak kerusakan terhadap infrastruktur.
“Sejak juni tahun lalu kita sudah sosialisasikan untuk tidak mengangkut muatan berlebihan. Hal ini bisa membahayakan banyak orang dan berdampak juga pada kerusakan terhadap infrastruktur dermaga,” tutup Elingkari.(S1T4)













