AtensiRakyat.com : Nagan Raya – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Nagan Raya menegaskan bahwa PT PLN (Persero) harus bertanggung jawab penuh atas kerugian besar yang kini dialami masyarakat Aceh akibat pemadaman listrik berkepanjangan dalam beberapa hari terakhir.
Ketua Umum HMI Cabang Nagan Raya, Agus Rifai, mengatakan, pemadaman listrik tersebut berdampak luas terhadap berbagai sektor, mulai dari usaha mikro, pedagang kecil, rumah tangga, hingga industri perkebunan kelapa sawit.
“Laporan dari masyarakat di Kecamatan Darul Makmur dan Tadu Raya misalnya, menyebutkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah per hari karena hasil panen sawit tidak bisa dijual ke pabrik kelapa sawit (PKS). Sementara itu, pihak PKS juga mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat tidak beroperasi,” ujar Agus Rifai kepada awak media di Gedung DPR RI, Jumat (3/10/2025).
Agus Rifai pun menyatakan, PLN tidak bisa hanya bersembunyi di balik alasan teknis tanpa memikirkan dampak besar yang ditanggung rakyat.
“Kerugian masyarakat nyata, dan sangat besar. Mulai dari usaha yang macet, pabrik yang berhenti beroperasi, hingga hilangnya pendapatan harian masyarakat. PLN wajib memberikan kompensasi nyata, bukan sekadar janji atau permintaan maaf,” tegasnya.
Ketua Umum HMI Cabang Nagan Raya itu juga meminta Pemerintah Aceh dan DPR Aceh turun tangan serius mengawal permasalahan ini. Menurutnya, PLN harus segera menyampaikan mekanisme kompensasi dan menjamin keandalan pasokan listrik agar kasus serupa tidak terus berulang.
“Jangan biarkan masyarakat terus menjadi korban. Kami menuntut transparansi, tanggung jawab, dan kompensasi nyata dari PLN. Jika tidak, kepercayaan publik terhadap PLN akan semakin runtuh,” tutupnya. (Andika)













