Berikan Kuliah Umum di UNHAN, Kepala BNN RI Lindungi Generasi Muda Demi Kedaulatan Negara

AtensiRakyat.com : Jawa Barat – Peran strategis kadet mahasiswa Universitas Pertahanan (UNHAN) dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap ancaman narkotika menjadi perhatian utama dalam kuliah umum yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) di UNHAN, Sentul, Jawa Barat, pada Kamis (24/9/2026).

Dengan mengangkat tema “Peran Strategis Kadet UNHAN dalam Pencegahan Narkoba”, kuliah umum ini menegaskan pentingnya membentuk calon pemimpin bangsa yang tidak hanya unggul secara akademik dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki integritas serta keteguhan moral untuk menolak penyalahgunaan narkotika.

Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa melindungi generasi muda dari ancaman narkotika merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Jika generasi muda terpapar zat adiktif maka cita-cita Indonesia Emas tidak akan dapat tercapai dan potensi sumber daya manusia yang unggul tidak akan ada gunanya” unggkap Kepala BNN RI.

Menurutnya, UNHAN memiliki posisi strategis karena tidak hanya mendidik generasi muda secara intelektual, tetapi juga membentuk calon pemimpin dengan nilai nasionalisme, integritas, disiplin, dan bela negara. Karenanya, menjaga agar para kadet UNHAN agar tidak terpapar penyalahgunaan narkotika menjadi hal yang sangat penting.

“Melindungi Kalian dari ancaman narkotika merupakan langkah strategis mutlak untuk menjaga kedaulatan negara di masa depan,” tegas Kepala BNN RI.

Kepala BNN RI memaparkan ancaman narkotika terus berkembang dengan menyasar kelompok usia produktif melalui berbagai modus, termasuk penyamaran zat berbahaya dalam produk yang dekat dengan gaya hidup generasi muda seperti vape.

Berdasarkan survei nasional BNN bersama BPS dan BRIN periode 2023–2025, prevalensi penyalahgunaan narkotika secara keseluruhan mencapai 2,11% atau sekitar 4,15 juta penduduk usia 15–64 tahun, dengan kelompok usia 15–24 tahun tercatat sebagai prevalensi tertinggi yaitu sebesar 2,53%.

BERITA LAINNYA:  Pulang Nongkrong, Pemuda Ini Jadi Korban Keberingasan Kawanan Begal

Menghadapi kondisi tersebut, Ia mengajak para kadet UNHAN menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan membangun ketahanan diri dan lingkungan kampus. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agent of change, social control, sekaligus calon pemimpin yang mampu menjaga integritas dan menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Rektor I UNHAN, Priyanto, mengatakan, ancaman narkotika tidak lagi dapat dipandang semata sebagai persoalan kesehatan maupun hukum, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan bangsa. Oleh karena itu, pembentukan karakter dan keteladanan perlu ditanamkan sejak dini kepada para kadet yang dipersiapkan menjadi calon pemimpin bangsa.

“Pemimpin yang kuat bukan hanya harus cerdas, tetapi juga membutuhkan karakter,” pungkasnya.

Kuliah umum ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman para kadet, tetapi juga diwujudkan dalam komitmen untuk menjaga disiplin, integritas, serta menjadi kader pencegahan narkotika di tengah masyarakat. (Yz)