AtensiRakyat.com : Gunungsitoli – Video yang memperlihatkan kericuhan antara Mahasiswa dengan Dosen yang viral di media sosial, terjadi pada Jum’at (22/8/2025) di ruang Kepala Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nias (UNIAS), di jalan Karet Nomor, 30 Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli akhirnya berakhir dengan damai.
Kericuhan dipicu oleh penolakan pendaftaran yudisium yang diajukan mahasiswa karena melewati batas waktu yang telah ditentukan, sehingga memunculkan ketegangan dengan pihak program studi.
Pelaksana Harian (Plh) Rektor Unias, Delipiter Lase, SE., M.Pd., menegaskan bahwa insiden tersebut murni dipicu oleh miskomunikasi. Pihak Universitas bergerak cepat memfasilitasi dialog sehingga kedua belah pihak mencapai penyelesaian secara kekeluargaan. Ia mengungkapkan bahwa mahasiswa yang terlibat sudah menyadari kekeliruannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, baik lisan maupun tertulis.
“Kita telah melakukan mediasi dan memfasilitasi proses penyelesaian masalah ini, kedua belah pihak telah bersepakat damai dan saling memaafkan,” jelas Delipiter Lase saat dikonfirmasi awak media, Rabu (27/8/2025).
Sebagai langkah tegas, pihak mahasiswa membuat surat pernyataan dan kewajiban memperbaiki kerusakan. Hal ini, menurut Delipiter, merupakan komitmen kampus untuk tetap menjunjung tinggi etika, tata tertib, dan nilai akademik.
Selain kepada mahasiswa, pihak kampus juga memastikan bahwa dosen yang terkait akan mendapatkan pembinaan. Proses ini dilakukan sesuai mekanisme kode etik universitas, melalui Komisi Kode Etik, agar tetap objektif dan menjaga marwah lembaga.
“Universitas akan menanganinya secara proporsional dan melalui mekanisme resmi, sebagai bentuk komitmen penegakan aturan dan tata kelola akademik,” tambahnya.
Dengan adanya penyelesaian damai ini, UNIAS menegaskan kembali komitmennya untuk menciptakan lingkungan akademik yang kondusif serta memastikan insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Upaya yang kita lakukan jangan sampai mengganggu kelancaran administrasi dan aktifitas yang sedang berlangsung, hari ini mahasiswa yang mengurus berkasnya telah terlayani dengan baik. Selanjutnya, unias tidak berhenti sampai disini, sesuai mekanisme resmi lembaga melalui komisi kode etik akan melakukan pemeriksaan dan pembinaan terhadap dosen tersebut serta memastikan hal serupa tidak terulang di masa depan,” Delipiter mengakhiri. (Sita)













